• MA AL FATAH
  • CHARACTER IS IMPORTANT BUT AKHLAK IS MORE

Artikel Pendidikan: Sekolah Ber- dan Tanpa Tujuan

Sekolah Ber- dan Tanpa Tujuan

Oleh M. Romyan Fauzan

Para ahli di bidang pendidikan selalu membeberkan dan mengingatkan pentingnya pendidikan yang di antaranya adalah mengenyam dunia sekolah. Sekolah adalah ruang yang bisa menjadikan proses pembentukan karakter seorang anak. Sehingga dengan adanya sekolah, yang otomatis ada pendidikan di dalamnya, yang otomatis akan mengubah paradigma berpikir seorang siswa, maka berkembang pula kesadaran berpikir siswa sebagai seorang penerus bangsa.

Pengertian pendidikan sendiri begitu luas karena berhubungan dengan berbagai macam hal yang ada dalam diri manusia secara keseluruhan. Pembatasan pendidikan di sekolah barangkali bisa diambil dari apa yang dijelaskan oleh Ki Hajar Dewantara yang menjelaskan tentang pengertian pendidikan, yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Dari penjelasan tersebut bisa dilihat apa saja batasan sekolah, dalam hal ini siswa di dunia pendidikan formal. Kekuatan kodrat pada siswa di sekolah tidak lain adalah kemampuan siswa dari segala sudut pandang dalam dirinya untuk menjadi seseorang yang selamat dan bahagia setinggi-tingginya.

Semua orang tentu ingin merasakan kebahagiaan. Seorang pelukis Jeihan berkata bahwa kebahagiaan manusia adalah ketika keinginannya tercapai. Hal itu jika dihubungkan dengan apa yang ada dalam dunia sekolah yang lingkupnya lebih kecil dibanding dunia pendidikan akan menjadi kentara. Bahwa kebahagiaan yang akan tercapai oleh siswa yaitu ketika cita-citanya bisa dicapai. Lalu kemudian muncul pertanyaan yang sangat mendasar dari pemahaman universal tentang kebahagiaan tersebut. Pertanyaan yang mungkin saja tidak disadari atau semoga sudah disadari oleh siswa-siswa di setiap sekolah yang jumlahnya ribuan di Indonesia ini.

Pertanyaan yang mungkin sangat penting atau bahkan tidak sama sekali jika kita melihatnya dari sudut pandang manusia sebagai makhluk yang hanya menjalani hidup seadanya. Tetapi jika pertanyaan ini tidak penting, rasanya akan sangat menyedihkan dan sekolah pun akan terasa tidak berguna. Pertanyaan mendasar tersebut adalah apakah siswa mempunyai tujuan yang jelas ketika masuk dan duduk di bangku sekolah?

Ada ungkapan mengatakan bahwa bercita-citalah karena masih gratis. Sebetulnya ungkapan tersebut sangat klise mengingat untuk mencapai sesuatu diperlukan pengorbanan yang tidak sedikit, moril atau materil. Tujuan atau cita-cita seorang siswa harus disadari sebagai salah satu motivator terbesar. Bukan tanpa fakta penulis mengatakan demikian. Ketika berada di kelas dan bertanya pada beberapa siswa, apa tujuan kamu sekolah? Mereka kebingungan, sebagian menjawab “Saya datang ke sekolah, duduk di kelas, dan pulang. Selesailah kewajiban saya menjadi seorang siswa.” Bukankah itu sesuatu yang menyedihkan? Bukankah pengorbanan terbesar manusia adalah ketika ia menghabiskan usianya di suatu tempat?

Inilah yang penulis khawatirkan, berbondong-bondong para ahli di bidang pendidikan membicarakan tentang pentingnya bersekolah tetapi siswa sendiri masih bingung dengan apa yang mereka jalani. Saya punya keyakinan bahwa tidak hanya siswa yang saya tanya yang merasakan demikian. Jika dari satu sekolah ada lima siswa saja yang tidak sadar mereka duduk di sekolah untuk apa, entah berapa juta siswa yang kebingungan dirinya sebagai siswa untuk menjadi apa dan siapa kelak.

Program Bidik Misi membantu masa depan siswa, terutama siswa yang kebingungan tersebut. Program-program pemerintah yang pro-siswa menjadi salah satu pembantu yang tidak bisa dikucilkan begitu saja. Kita patut bersyukur karena berapa banyak kebingungan bisa terselesaikan dengan itu. Tetapi permasalahan memang tidak pernah selesai, kesadaran kepada siswa mutlak harus diberikan. Jangan sampai siswa berada dalam kebingungan yang berkepanjangan menentukan mau jadi apa ketika ia berada di sekolah. Ini tentu hal yang sangat mendasar, tujuan ketika berada di bangku sekolah untuk apa? Tetapi bukankah kita sering lupa pada hal-hal yang mendasar semacam itu?

Seorang siswa yang mengenyam bangku sekolah haruslah mempunyai tujuan. Orang tua dan guru berada di posisi yang penting dalam hal ini. Orang tua harus memberi penyadaran tentang pentingnya tujuan, bukan hanya pentingnya sekolah tanpa tahu tujuan sekolah. Begitupun guru sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab atas kebingungan yang dialami siswa.  Guru yang sadar akan membagikan kesadarannya itu pada siswa tentang pentingnya tujuan duduk di kelas dan mempelajari puluhan materi ajar. Jadi, sudahkah kita memberikan kesadaran pada siswa tentang tujuan mereka duduk di bangku sekolah?

2 Komentar

Betul sekali memiliki tujuan yang jelas selama bersekolah itu sangat penting Terima kasih artikel ini sangat bermanfaat

Sangat bermanfaat

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Artikel Pendidikan: Sastra(Wan) Membaca Kurikulum, Guru Membaca, dan Membaca Guru

Sastra(Wan) Membaca Kurikulum, Guru Membaca, dan Membaca Guru Oleh M. Romyan Fauzan kita pernah punya mimpi seragam menggembalakan masa lalu dan masa kini di atas ladang-ladang mati

01/06/2024 10:11 - Oleh Administrator - Dilihat 506 kali
Sejenak Puisi : Puisi Karya M. Romyan Fauzan

Agustus yang Baik  Karya M. Romyan Fauzan Kemerdekaan adalah mencintaimu dengan tabah, kekasih. Sehelai bendera dipeluk angin diguyur hujan dibakar matahari, tegak mengibari cakr

16/08/2023 23:09 - Oleh Administrator - Dilihat 112 kali
Artikel Pendidikan: Study Tour atau Liburan?

Study Tour atau Liburan? Oleh M. Romyan Fauzan Liburan adalah sebuah peristiwa di mana orang-orang menikmati waktu istirahat setelah sekian lama beraktifitas. Jika biasanya di akhir m

04/08/2023 23:35 - Oleh Administrator - Dilihat 807 kali
Artikel Pendidikan: Mendidik dengan Humor

Mendidik dengan Humor Oleh M. Romyan Fauzan Pada tahun 90-an, barangkali tidak aneh ketika seorang murid di pengajian dipukul dengan sebatang rotan karena kesalahannya. Siswa-siswi di

26/07/2023 21:33 - Oleh Administrator - Dilihat 105 kali